RAKHMAD HERDIAWANSYAH S.Psi.

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Konon, seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan yang dijalaninya pada sebuah perguruan tinggi berhak menyandang gelar akademis di belakang namanya. Gelar itu sering disebut sarjana. Kalau dia belajar di jurusan teknik maka setelah lulus ia berhak disebut Sarjana Teknik, kalau belajar di jurusan sosial, ya gelarnya Sarjana Sosial, belajar di jurusan hukum dapat Sarjana Hukum, dan sebagainya. Masalahnya kalau ada seseorang yang belajar di jurusan ilmu kehidupan, dengan segala asam garamnya, ia bakal mendapat gelar seperti apa ya???

Eniwei, kita nggak akan membahas soal itu, jujur aku mau curhat saat ini. Yah..Rabu 23 April 2008 kemarin, secara resmi nama belakangku bertambah beberapa huruf. Dulu kalau aku harus menuliskan nama lengkap, aku hanya menulis Rakhmad Herdiasansyah thok! Tapi sekarang, aku berhak menulis dengan lebih lengkap lagi, Rakhmad Herdiawansyah S.Psi (S.Psi itu dibaca Sarjana Psikologi, tempat aku belajar, di fakultas Psikologi di Universitas negeri ternama di Semarang). Sebenarnya yang ingin aku omongin bukan masalah aku mau nambahin nama lengkapku dengan S.Psi atau nggak, tapi lebih dari itu, empat huruf plus satu titik yang berada di belakang namaku itu memiliki makna yang besar nan dalam (Opoo kuwi???)

Maksudnya, dengan adanya S. Psi di barisan belakang namaku itu aku telah berhasil menyelesaikan belajarku di perguruan tinggi, serta berhak menyandang gelar akademis dalam bidang Psikologi, ilmu tentang perilaku yang merupakan manifestasi dari jiwa manusia. Lebih dari itu, berbagai tanggung jawab besar mengiringi di belakang gelar yang dengan susah payah ku peroleh tersebut. Tanggung jawab untuk mengamalkan ilmu yang ku dapat, tanggung jawab untuk membagi dan memberikan ilmuku kepada masyarakat, agama, bangsa, dan negara (walah!) dan tanggung jawab lain yang tidak mungkin disebutkan satu per satu di sini.

Umm...ya pada akhirnya aku berharap aku mampu melaksanakan tanggung jawab tersebut dengan sebaik-baiknya. Gusti Allah paringi power dumateng kula Gusti....

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

SYUKUR

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Kadang yang namanya manusia itu repot, sesekali dikasih musim hujan biar dunia ini penuh rahmat, lha kok malah pingin panas. Katanya dingin lah, cucian nggak kering , hingga masalah banjir yang ikutan nongkrong di dalam rumah n nggak mau surut-surut. Pas dikasih panas, massih aja nuntut, mbok ya jangan panas-panas, jadi kekeringanan nih... Dasar manusia!!!!
Padahal kali dipikir-pikir, kalau kita bisa ambil sisi positif tiap hal yang kita alami, Insya Allah semua bakal terasa menyenangkan.


Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim:7)

Bukannya sok alim, tapi firman Allah dalam Al Qur’an kan sudah seharusnya jadi petunjuk dan pedoman hidup kita. Apa yang kita tahu akan jauh lebih baik bila kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari daripada hanya sekedar dibaca dan didengar, terus hilang entah kemana.

Al Qur’an surat Ibrahim ayat 7 di atas secara jelas menyatakan bahwa orang yang pandai dan terus bersyukur atas nikmat yang diterimanya, maka Allah akan menambah nikmat-Nya pada orang tersebut. Wuih!!! Bayangkan, “hanya” dengan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, maka nikmat tersebut akan ditambah oleh-Nya. Padahal nikmat Allah pada manusia itu Subhanallah banget lho jumlahnya. Bila kita pandai bersyukur, maka pikiran-pikiran negatif tentang apa yang kita dapatkan dan alami dalam keseharian secara otomatis akan lenyap dan diganti dengan positive thinking atas apa yang kita alami dan dapatkan tersebut. Hasilnya, ya hidup kita bakal hepi di setiap harinya.... Menarik kan?

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Diberdayakan oleh Blogger.