|
Assalmualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Alhamdulillahirabbil ‘alamiin.. Matur nuwun Gusti... Terima Kasih Ya Allah.. atas semua nikmat yang Engkau berikan pada Hamba-Mu ini. Sejujurnya sejak Senin minggu lalu judul posting ini pingin aku tulis dan publish, tapi apa daya, sebagai pegawai kantoran aku harus rela “disibukkan” kerjaan kantor hehe...
Alhamdulillahirabbil ‘alamiin.. Matur nuwun Gusti... Terima Kasih Ya Allah.. atas semua nikmat yang Engkau berikan pada Hamba-Mu ini. Sejujurnya sejak Senin minggu lalu judul posting ini pingin aku tulis dan publish, tapi apa daya, sebagai pegawai kantoran aku harus rela “disibukkan” kerjaan kantor hehe...
Buat yang baca n kebetulan suka bola, pasti bisa nebak ke arah mana episode kali ini. Yuph! You’re right guys.. This is story about someone known as a “special one” in football, Jose Maurinho, the Portuguese who has a great achievement in recent modern football. Oke, kita nggak akan membicarakan sederet prestasi n medali yang pernah digenggam sang pelatih hebat, biarkan itu jadi konsumsi media. We will talk about who is he? N why he could get a great nickname, as a special one.
Tahun 2004 –kalo aku ga salah hehe– Roman Abramovic, seorang taipan minyak kaya raya asal Rusia membuat gebrakan baru dalam dunia persepak bolaan modern. Bermodal dompet yang nggak pernah tipis, si raja minyak membeli salah satu klub bola besar di Inggris, Chelsea plus mendatangkan sederet pemain bintang dan seorang pelatih jenius yang kala itu sedang naik daun, si Jose Mourinho. Hasilnya nggak sia-sia, dua musin pertama sang special one berhasil mendatangkan piala liga Inggris ke lemari tropi Chelsea, setelah entah berapa lama nggak pernah ngerasain juara. Kontan prestasi klub tersebut juga membuat sang pelatih semakin terangkat namanya. Tak heran komentar-komentar jumawa keluar dari orang Portugal tersebut, Mourinho bahkan sering terlihat “tak akur” dengan beberapa pelatih lain di liga Inggris. Namun apa pun yang terjadi publik Inggris terlanjur menghormati dan menghargai sosok Mourinho. Meski dinilai kontroversial dengan berbagai komentar dan psy-war yang bikin panas ati orang, toh prestasi yang dicapai Mourinho membuat mereka tak mampu melawan sang manajer, bahkan Abramovic, sang bos the special one.
Bukan rahasia lagi di awal kepelatihannya sang pemilik ingin Mourinho bukan hanya memberikan prestasi, namun juga keuntungan yang besar buat Abramovic –sebuah pemikiran wajar seorang pengusaha yang profit taking abis!, apalagi modal buat beli Chelsea nggak sedikit juga– Namun ternyata sekali lagi, the special one bukan tipe orang yang bisa “diperintah” seenaknya, apalagi untuk tujuan “dangkal” sang bos yang cuma pingin cari untung di Chelsea. Yah..andai Abramovic menyadari kalo klub sepak bola bukanlah pasar uang atau pasar modal yang bisa memberikan keuntungan instan, ia pasti bisa mengerti kemauan sang manajer.
Tidak heran, Mourinho hanya 2 tahun menangani Chelsea, selain karena prestasinya yang mengkilat –mulai dari membentuk pondasi tim, menanamkan mental juara pada tiap pemain, hingga prestasi konkret seperti juara liga Inggris– “hanya” dinilai dengan uang dan keuntungan oleh sang bos, ia juga memiliki ambisi besar lain untuk bisa menjuarai berbagai liga top eropa lainnya dengan klub yang berbeda. Sodara-sodara, sekali lagi kami perkenalkan The Special One, Jose Mourinho.
Keputusan orang Portugal ini terbukti tepat, tidak lama setelah menganggur, tepatnya tahun 2009 lalu, Mourinho dikontrak tim besar lainnya, namun kali ini datang dari negeri Pizza, Italia. Massimo Moratti, presiden Internazinale Milano menyatakan mengontrak Mourinho untuk menjadi manajer klub tersebut hingga tahun 2012. Dan hanya setahun melatih, lagi-lagi Mourinho membutktikan mengapa ia disebut special one, Inter Milan yang awalnya dikenal jago kandang karena hanya juara di Itali, tanpa pernah bisa beprestasi di luar Italia, di bawah polesan Mourinho berhasil meraih juara di tiga kompetisi tahun ini (treble winner) yaitu juara liga Itali, juara piala Itali dan yang paling hebat, juara Liga Champions, sebuah kompetisi para juara Liga di Eropa, yang terakhir kali diraih Inter sekitar 45 tahun yang lalu.
Ironisnya, Mourinho langsung menyatakan mengundurkan diri dari Inter Milan, sesaat setelah klub-nya menjuarai Liga Champions. Kali ini ia tidak punya masalah dengan sang bos, hanya saja ia merasa tak betah berkompetisi di Italia yang menurut dia penuh kemunafikan, dan tidak tahu cara menghargai seseorang yang berprestasi sepertinya.
Komentar dan gaya bicaranya emang kelewat tinggi sombongnya, tapi bagaimana pun Mourinho bertingkah, ia tetaplah sosok yang dihormati dan dicintai oleh para pemain. Mulai dari Porto, Chelsea, hingga Inter yang pernah ditanganinya merasakan betapa luar biasanya sang special one. Meski kepada media ia begitu arogan dan non-kooperatif, Mourinho adalah sosok yang sangat perhatian pada para pemain, hingga tak ada seorang pun anak asuhnya berkata miring tentangnya. Mourinho hanya ingin prestasi tinggi, ia akan melakukan apa yang dianggapnya benar meski dunia menentangnya, karena ia tahu bahwa kebenarnan itu akan memberi hasil yang ia inginkan, kemenangan dan juara.
Mourinho memang arogan, congkak dan jumawa. Tapi dibalik itu ia mengerti apa itu menyayangi pemain, dan memperlakukan pemain sebagai individu yang bisa memberikan segalanya bagi klub. Apapun yang terjadi, Mourinho akan terus maju, ia takkan mundur ditekan kebijakan dangkal sang bos maupun buruknya kompetisi yang harus dia hadapi. Saudara-saudara sekalian...kami persembahkan The Special One, Jose Mourinho
Kami hanya iseng nulis, salah sendiri mau baca!!!!”
(^^)






