Sang Mantan (yang Bukan) Terindah (Bagian Dua)


Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Alhamdulillahirabbil’alamiin… Terima kasih ya Allah atas nikmat-Mu hingga detik ini. Shalawat dan salam juga ku bingkiskan spesial buat teladanku (Insya Allah) Rosulullah Muhammad SAW.

Well, ngelanjutin posting kemarin tentang Sang Mantan (yang Bukan) Terindah, tapi sebelumnya aku garis tegaskan lagi kalo posting ini nda bermaksud membuka luka lama ato mengorek-orek (dari kata dasar: KOREK hehehe) cerita yang uda basi. Posting ini hanya artikel busuk yang mencoba menyentuh hal-hal yang sifatnya manusiawi, dan mungkin dialami oleh bebrapa atau banyak di antara kita. Jadi nda dibuat untuk mendiskreditkan (bahasanya…) apalagi menyinggung salah satu, salah dua atau salah semua pihak. (Huff.. sori agak emosi, maklum aku kan ekspresif, kalo nda percaya liat aja postingan ini hehe…). Oke, ampe mana kemaren? Oia ampe copas status Pak Mario ya, aku ulangi lagi ya sedikit. Kata Pak Mario adalah,


Now, selain posting pak Mario di atas, aku juga sempet menuliskan satu keyword tentang “mantan”. The keyword is GRATEFULL. a.k.a BERSYUKUR. Yuph! That’s right my bro n my sist, bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini adalah kata-kata yang dahsyat, super, mantab.
Dengan bersyukur, kita memberikan peluang pada diri untuk meringankan beban setelah putus dan memiliki mantan “baru”, dengan bersyukur pula kita akan mengundang kebahagiaan yang mungkin sempat terlepas dari kita saat kita “punya” mantan “baru”. Sehingga pada akhirnya ketika kita punya pasangan baru lagi, yang tentu saja berbeda dengan sang mantan kita sebelumnya, kita akan menjadi pribadi yang sangat menghargai keberadaan pasangan kita, tidak akan ada lagi acara-acara membandingkan antara pasangan kita dengan mantan. Nggak ada lagi kalimat seperti ini, “kamu tuh mirip mantan aku deh” ato mungkin ungkapan klise, “kamu ko sama ya kaya mantanku”. Cuih!! Kebayangkan gimana perasaan pasangan kita kalo ngedenger ungkapan jujur n polos tapi tak beradab seperti ini????? (sabar mas…sabar…) Apalagi kalo kita tega nyanyiin lagunya Padi sekalian,

Engkau…seperti kekasihku yang dulu…
Sungguh…hadirmu menyejukkan risau jiwaku
Memang gerakmu..memang langkahmu..
Mengingatkan aku pada dirinya yang telah berlalu
Inginku menyangkal.. Inginku membantah
Betapa pesona dirimu memikat erat jiwaku..

Mantab bener penderitaan pasangan kita ya? Udah jatuh ditimpain tangga dilempar durian lagi. Senista itukah kita? Errr…sori..sori..dari tadi bahasanya dramatis banget ya? Kaya sinetron Indonesia jadinya. Honestly, aku pribadi nda pernah merasa dibanding-bandingin ma mantan pacar pasanganku saat ini (walo mungkin bahasa yang lebih tepat adalah aku ndak pernah terasa kalo dibandingin…lha wong aku ini termasuk bebal dan stubborn) jadi tulisan ini dibuat sebagai bentuk empati (ceileeee) pada temen-temen ato siapa pun yang pernah merasakan kondisi seperti ini, maklum sarjana psikologi (Silahkan lempar sandal ato apapun yang anda mau…tapi…pelan-pelan yaaaaa).
Fine, mungkin terkadang kita tanpa sadar mengucapkan kalimat perbandingan tersebut, kita nda bermaksud ko untuk melukai hati pasangan. Yah..aku bisa ngerti itu, tapi tahukah kita bahwa terkadang apa yang diucapkan seseorang, yang bahkan tanpa sadar terucap itu adalah ungkapan paling jujur dari dalam lubuk hatinya? Yang meski pun kita tidak ingin ucapan paling-jujur-dari-dalam-lubuk-hati itu melukai pasangan kita, toh kenyataanya? Dia pasti ngerasa terluka minimal tersinggunglah (nawar ceritanya). Kira-kira kenapa coba kita bisa terucap kalimat perbandingan seperti itu? (Tanya kenapa??) dilakukannya tanpa sadar lagi? Bisa jadi karena dalam lubuk hati yang terdalam kita masih mengharapkan “kehadiran” sang mantan dalam raga yang baru –pasangan kita saat ini maksudnya– Jadi, kesimpulannya adalah,


Damailah dalam masa depan baru dengannya, ingat, MASA DEPAN BARU!!. Yuph! Kehidupan kita saat ini dengan pasangan yang sekarang pada dasarnya adalah masa depan yang telah kita rencanakan dengannya, Bukankah begitu? (Bukaaan!!!) kecuali bila ada yang berencana cari pasangan lagi itu laen cerita (but it isn’t recommended) so, kalaupun ada kesamaan antara pasangan dengan mantan yakinlah dalam hati kita bahwa kesamaan terebut adalah jawaban atas doa kita dari-Nya. Karena Ia tahu bahwa kita akan nyaman dengan kondisi tertentu.
Lah, terus gimana nasib yang masih jomblowers? Tetep bersyukur? Yaph! TETAP BERSYUKUR. sodaraku. Mengutip pernyataan Pak Mario bahwa Allah tidak pernah berkonspirasi dengan malaikat untuk menjatuhkan kita, agar kita menjadi lebih buruk, Tidak! Allah nda seperti itu kok. Allah selalu ingin hamba-Nya mendapatkan nilai sempurna dalam segala hal. Bukankah kita adalah sebaik-baik makhluk? (Bukaaaaaann!!!)
So buat jomblowers yang ditinggal mantan, baru punya mantan ato lagi inget-inget mantan, I’m available, sori ngaco. Syukuri atas kondisi kita saat ini, syukuri waktu, tenaga, pikiran, materi yang bisa kita curahkan sepenuhnya bagi kehidupan besar diri kita sendiri. Syukuri kita bisa fokus mengejar mimpi, menggapai cita-cita, membangun kerajaan bisnis kita sendiri, tanpa ada yang –ehem– mengganggu konsentrasi kita. Dan ini yang lebih powerfull,
Kita bisa fokus dalam rangka membesarkan diri kita agar lebih hebat lagi sehingga hasilnya kita jadi lebih baik dalam pekerjaan, dalam belajar, menjadi pribadi yang lebih kaya, lebih mapan, lebih panda,i lebih tampan maupun lebih cantik dari sebelumnya.
Hingga tiba waktu kelak, kita tidak perlu lagi mencari calon pasangan yang mau menerima kita saat kita ingin menanggalkan status jomblower kita karena justru kita akan dicari-cari, didambakan, dan diinginkan oleh para wanita maupun pria yang telah lama mengantri untuk mendapatkan hati kita. Waow….Luar biasa kan? Jadi, last statement is:



dan ingatlah bahwa,


PS: Akhirnya aku nemu juga lagu tentang mantan yang nda mellow dan tragis, yang barusan "Ternyata"-nya Lusy Rahmawati.
Wallahu a’lam bi shawab

Luv u All, like before, now, and ever...

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

My Personality Based on Graphology


Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Alhamdulillahirabbil’alamiin… Terima kasih ya Allah atas nikmat-Mu hingga detik ini. Shalawat dan salam juga ku bingkiskan spesial buat teladanku (Insya Allah) Rosulullah Muhammad SAW.

Well, ada yang berbeda hari ini, terhitung mulai Senin (23/8) kemarin ampe hari ini, aku hattrick bikin postingan. Buat nyang kagak ngerti, hattrick itu istilah sepak bola yang artinya mencetak 3 gol dalam satu pertandingan. Lha kalo hattrick-ku adalah ngeblog 3 hari berturut-turut tanpa terputus (penting nda sih? Ah sebodo, orang aku seneng ini…) Eniwei, weather report this morning, Jakarta is bright right now. Akibatnya aku jadi bangun kesiangan setelah memutuskan bobok lagi bis subuhan –ga nyambung!!! (biarin!!)– Bayangin, jam kantor tuh masuk mulai jam 8 –teorinya– sementara tadi pagi aku melek jam 07.30. Yak! Setengah delapan sodara-sodara! Langsung aja aku loncat (ini beneran) bangun n ngibrit ke kamar mandi. Alhamdulillah aku datang di kantor pas jam 08.00. Yah…maklum karyawan telatan teladan, masak ngaret? Nda mungkin-lah… (buat yang mo nabok silahkan, tapi pelan-pelan ya…)
Setelah kemaren aku sukses bikin posting ancur yang diilhami oleh lagunya Kahitna, hari ini postingku diilhami setelah baca blog lawas milik Jeng Indie. Tentang online grafologi. Dan layaknya ABG labil yang mencari jati diri, aku pun ikut-ikutan tes grafolofi online itu, yang mo ikutan dipersilahkan di sini. And this the result:

Handwriting Analysis

Ini tulisan tanganku yang dibuat pake mouse, sumpah susah nulis pake mouse. Untung ampe sekarang nda diwajibkan di kurikulum anak sekolah. Daaaannn! Hasil analisis tulisan cakar ayam diatas adalah:


Oke, aku akan bahas satu-satu per kalimat.
  • You plan ahead, and are interested in beauty, design, outward appearance, and symmetry.     Yeah! Plan ahead, that’s me. Kalo bisa malah kaya The A-Team, “There’s no Plan B”. Terus…yap, kesan pertama di luar cukup penting untukku meski aku nda sepenuhnya judge by its cover. Aku juga suka keteraturan, makanya harus tampak cantik dan simetris 
  • You are a shy, idealistic person who does not find it easy to have relationships, especially intimate ones Shy? Secara etimologi sih pemalu, tapi buat aku mungkin ga tau malu alias ke-PD-an atau malu-maluin hehehehehe….. Idealis ho-oh…turunan Bapak kalo ini (sori ngeles dikit) difficult have relationship especially intimate ones. That’s right, aku butuh agak lama untuk bisa berteman, apalagi bersahabat, kalo untuk hubungan special, ehem…kayanya uda nda perlu aku omongin
  • You are affectionate, passionate, expressive, and future-oriented.Sebenarnya aku emang pribadi yang biadab ekspresif meski aku tergolong introvert (curcol nih) Hanya saja aku akan jadi ekspresif dan penuh kasih sayang (translate-tan dari affectionate) bila aku merasa nyaman dengan orang atau komunitas yang udah dekat denganku, makanya aku terkesan pilih-pilih (ngeles lageee) sebenernya pun nda pilih-pilih hanya berusaha menempatkan diri sesuai tempat dan kondisi (ngeles kuadrat!!!). Oya aku emang tipe orang yang berorientasi masa depan, maklum visioner (Monggo ditabok!!! Tapi pelan-pelan ya…)

  • You are a talkative person, maybe even a busybody!Talkaktive? Perasaan aku nda cerewet, tapi emang aku sebenarnya doyan ngomong dan bercerita, cuman ya itu tadi, tidak pada semua orang. (PS: Yang di blog itu pengecualian) Then…busybody??? Aku emang petakilan nda suka diam, harus bergeraaaakk mulu biarpun cuma gerakkin jari buat ngetik tuts keyboard.
  • You enjoy life in your own way and do not depend on the opinions of others.Naahh!!! Kalo yang ini gue banget!!!! Whuahahahahahaha *Ketawa setan. Jujur aja, aku paling seneng kalo dibilang kaya gini, malah ada temen yang bilang kalo aku itu kaya kristal, keras, nda bisa diubah. Pacarku aja juga sering ngomel kalo kebenaranku itu hanya berasal dari diriku sendiri. Ekstrem banget ya? Sebenarnya aku nggak se-stubborn itu kok. Memang iya aku hidup dengan prinsip dan aturanku sendiri, tapi Insya Allah itu bukan hanya berdasar pada pemikiran cetek-ku doing, ada Al Qur’an dan hadits di situ, ada hokum perundang-undangan termasuk di dalamnya, juga ada norma sosial dan kesopanan dalam prinsip hidupku. Hanya saja aku nda terlalu memaksa orang lain untuk mengikuti cara hidupku itu, kompensasinya ya jangan maksa aku buat ikuti cara hidup tertentu, karena aku pasti bakal nolak. Misalnya nih ya, kalo aku nda suka ngerokok, mau jumpalitan kaya apa biar aku ngerokok juga percuma, aku nda akan merokok kalo aku nda mau. Tapi kalo orang lain mo merokok, biarpun itu adekku sendiri, ya monggo. Toh segala konsekuensi dan akibatnya ditanggung sendiri.

    “Do not depend on the opnions of others”, kayanya nda segitunya juga, kalo ada yang menasehati, asal tahu cara menasehati aku pasti aku ikutin dengan senang hati. Juga kalo misalnya aku diomongin jelek ma orang lain. Kalo aku tahu aku juga sedih pasti, aku kan juga jin ifit manusia biasa. I’m human being also. Hanya saja kalo udah beberapa waktu n aku ngerasa omongan itu bukan gue banget, ya udah I’ll be fine. Sebodo teuing orang mo bilang apa. Sapa elu?

Well, That’s me. Serta segedabruk pembelaan sedikit pendapat dan feedback atas hasil grafolofgi-ku. Wallahu a’lam bi shawab

Luv u All, like before, now, and ever...
Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Sang Mantan (yang Bukan) Terindah (Bagian Satu)


Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Alhamdulillahirabbil’alamiin… Muchas Gracias por Allah.. Maafkan juga hamba-Mu yang masih lemah ini, yang hati dan pikiran masih sering terombang-ambing. Terakhir, tuntunlah hati dan langkah ini menuju jalan yang Kau ridhoi, jalan kesuksesan dan kejayaan dunia akherat. Amiin. Umm..sebelum mulai ngetik yang nda-nda, Shalawat dan salam spesial buat Rosul-ku tercinta Muhamad SAW.

Pagi ini Jakarta mendung, yaph, summer cloud –sebutanku untuk musim panas tapi mendung– masih berlangsung rupanya. Alhamdulillah, berangkat kantor jadi sejuk udaranya, meski begitu masuk Jl HR Rasuna Said ketemu asap knalpot berbagai rupa, tapi tetep pagi ini jadi pagi yang indah buatku, Insya Allah… Oia, sebelum ada yang mencak-mencak salah paham dengan judul di atas, aku jelasin ya. Postingan kali ini diilhami secara sukses oleh “Mantan Terindah”-nya Kahitna tadi Subuh. Jadi, buat adekku yang manis, jangan marah ampe nyakar-nyakar (emang kucing?) ya, mas-mu yang ngganteng sekolong jagat ini hanya ingin menulis sebuah artikel perenungan yang moga bermanfaat buat yang apes baca. Terus buat yang ngerasa –kalo ada– this post isn’t dedicated to you, it’s just about you and another ex-girlfriend or ex-boyfriend wherever they are.

Mau dikata kenapa lagi.. Kita tak akan pernah satu…
Engkau di sana aku di sini.. Meski hatiku…memilihmu….

Kenapa sih lagu tentang mantan itu isinya sedih mulu? Yang di atas itu Mantan Terindah-nya Kahitna. Sebelum mereka merilis lagu ini, Nidji juga mengeluarkan single Sang Mantan, kayanya isinya juga sedih. Cekidot,

Mana janji manismu..Setia..sampai aku mati….
Kini engkau pun pergi…Saat ku jatuh dan sendiri
Mana janji manismu..Mencintaiku sampai mati….
Kini engkau pun pergi…Saat ku terepuruk sendiri
Akulah…sang mantan… Akulah… sang mantan…

Tuh kan? Malah lebih miris kayanya, apalagi kalo ngedenger video klip aslinya. Yang mo liat bisa liat video klipnya ada di sini ama di situ Eh kayanya ada satu lagu lagi ding, lagunya Sheila on 7, yang “Betapa”. Itu juga nyeritain tentang mantan juga, yang lagi-lagi tragis.

Seminggu…setelah kau pergi..
Teman silih berganti menghiburku…
Berkata…semua teratasi …
dan terus sembunyi di balik senyum palsu
Ku dengar dirimu tak sendiri lagi….
Betapa hancurnyaaaa… hati dan jiwaku….

See? Kesannya punya mantan ato jadi mantan itu menghancurkan dunia persilatan kita saat ini ya? Umm…oke, ceritanya aku sedang berempati sekarang. Aku bisa mengerti kalo sang penyanyi ingin mencurahkan perasaannya melalui lagu –sekaligus berharap pasar menyukai lagunya hehe..– tapi ko rasanya gimanaaa gitu. Yah..harus kita akui secara jujur, kalo punya mantan, apalagi yang udah lama berhubungan ato at least sangat berarti bagi kita, tentu adalah hal yang sangat berat bila harus melepasnya. Tapi coba perhatikan kalimat ini baik-baik,


Sehebat apapun individu, sesuper apapun pribadi seseorang tapi bila ia tidak bisa memberikan kehebatan dan supernya yang ia miliki kepada orang lain, kepada sesama, he’s nothing, karena ia nda memberikan manfaat supernya yang hebat bagi orang lain, iya kan? 
Sekarang, apakah kita ikut bahagia bila melihat orang lain bahagia? Iya, pasti, seegois apa pun kita, minimal kita pasti akan tersenyum puas, ato tersenyum gembira bila kita bisa membahagiaan orang lain, karena pada dasarnya,


Oke, sekarang aku urut satu persatu, tolong jawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan jawaban IYA,
1. Apakah anda ingin bermanfaat bagi sesama? IYA
2. Apakah mantan anda termasuk sesama? IYA
3. Dan, apakah anda ingin dia bahagia? IYA

Maka lepaskanlah dia dengan kebahagiaannya, tanpa anda, sehingga kebahagiaannya akan kembali menjadi milik anda
Susah ya? Terkesan idealis? Yaa..kalo nda dilakuin ya emang jadi idealis semata hehe.. Kalo gitu shall we continue? Next question is, apakah ketika anda menjalani hidup itu untuk yang di belakang, ato untuk masa depan? Tentu jawabannya untuk masa depan. Lha sekarang kalo anda hidup untuk masa depan, bukankah sang mantan itu adalah masa lalu yang berada di belakang? Bahkan ketika anda memutuskan untuk menjadikan dia sebagai mantan, itu artinya anda meninggalkan dia di belakang anda sebagai masa lalu anda. So daripada terus-terusan keinget dia, apalagi kalo punya lagu kenangan, tempat kenangan, bahkan mungkin bisa jadi pensil kenangan, cetakan kue kenangan, en etcetra-etcetra, lebih baik bersyukurlah dengan kondisi sekarang, nikmatilah kehidupan dan kebahagiaan anda sekarang, karena dia, sang mantan anda saat ini juga pasti sedang berbahagia dengan pilihannya. Terakhir, seperti kata pak Mario bilang tentang masa lalu yang kita harus berdamai dengannya,


Wallahu a’lam bi shawab

Luv u All, like before, now, and ever...

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Corat-coret di Tengah Ramadhan 1431 H


Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Bakda tahmid untuk-Nya dan shalawat atas Nabi Muhammad SAW

Hari ini genap seminggu aku nda update tentang-rakhmad. Padahal dua minggu ke belakang aku tergolong rajin. At least selama dua minggu itu aku update blog bisa ampe seminggu dua kali. Yah…aku harus jujur, minggu lalu adalah salah satu minggu yang termalas yang pernah aku jalanin. Mulai saat di kos juga apalagi saat di kantor. Huff…Ya Allah…Ya Rabb… ampunilah hamba-Mu yang masih lemah ini, yang masih mengizinkan kemalasan hadir di celah kehidupan. Sering sih aku mikir, as ussuall, pake dengkul, apa yang harus aku lakukan lagi untuk menjaga motivasi ini agar tetap berada di puncak? (aduh…ko kantor jadi panas gini ya? Sori, ngelap keringat di jidat dulu) Sejujurnya aku tahu banget apa yang sedang terjadi pada diriku (maap ye, untuk yang satu ini nda di-publish, takut ceritanya ngabisin halaman hihi…) hanya saja, jawaban yang Allah berikan kepadaku, melalui tanda-tanda dari-Nya adalah agar aku lebih SABAR. Tadinya aku mo shalat istikhara’ segala loh… Tapi luar biasanya, baru aja aku berniat –dan belum sempet melakukan shalat– Allah seolah-olah mengerti apa yang aku mau dan langsung memberikan jawaban yang aku tunggu-tunggu. Ya itu tadi, aku harus jadi lebih SABAR. Kalo gitu sekalian ya Gusti kemaruknya, bimbinglah langkah hamba-Mu ini agar tetap sabar dalam jalan-Mu, Amiin… Alhamdulillah…cukup lega setelah openingnya curcol
Next, aku mo komentarin ah soal berita yang hot minggu lalu di tipi. Tentang wacana amandemen UUD berkaitan dengan penambahan masa jabatan presiden untuk tiga periode. Ya sodara-sodara, kali ini tentang-rakhmad bicara tentang politik. Abis gerah aku ngeliat tingkah polah para domba berlagak singa yang ngakunya jadi pemimpin dan wakil rakyat. Jujur nih ya, secara personal aku nda ada dendam kesumat ma mereka, cuman mbok ya jadi orang jangan nyebelin ya, sampe-sampe aku ngakak sengakak-ngakaknya (????) ketika salah satu tayangan berita menayangkan komentar pemirsa via twitter. Kalo ga salah tweet-nya kaya gini, “Dear pak SBY, boleh nggak kalo Ruhut (Sitimpil) kita barter dengan satu ton cabe impor?” 
Mantab ya? Sueneng aku ngebaca tweet itu. Bukan sentimen ma tu orang, tapi orang itu yang minta di-sentimen-in ama seluruh rakyat Indonesia, maklum selain tingkah pola-nya yang asu banget nyebelin, dia adalah salah satu inisiator usulan memperpanjang masa pemerintahan Es-Be-Ye menjadi tiga periode. Sekali lagi, komentar dan tweet di atas cuman contoh, nggak bermaksud mendiskreditkan pihak mana pun. Tapi tulung ya, kalo bikin usulan ato wacana itu demi kepentingan rakyat, bukan demi parte ato golongan tertentu. Aku yakin ko pak SBY pasti sangat senang plus bangga kalo emang rakyat pingin dipimpin beliau lagi, tapi aku juga yakin kalo beliau juga sangat taat pada konstitusi bahwa presiden hanya bisa memimpin selama dua periode, Insya Allah… Pak SBY tentu nda ingin jadi seperti pendahulunya, Pak Harto yang akhirnya digulingkan dalam reformasi “hanya” karena menuruti kemauan “teman-temannya” untuk terus memimpin Indonesia. Kalo dipikir-pikir pake dengkul lagi nih ya, sangat mungkin wacana penambahan jabatan presiden menjadi 3 periode itu hanya akal-akalan orang-orang sekitar RI 1 untuk memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mumpung temen deketnya jadi presiden, mumpung ada “tumbal” jadi presiden, tapi itu kan sekedar kemungkinan…ya to….
Oke cukup ngomongin politiknya, aku nda mau nantinya juga terjebak jadi domba yang acting jadi singa. Mending ngomongin yang lain. Oia, barusan kayanya Tyas marah ma aku, gara-gara aku tadi janji (janji nda sih sebenernya? Aku lupaa) buat bangunin dia, tapi aku telat sekitar 20 menit. Sebenarnya bukan 20 menitnya sih, kayanya dia marah gara-gara aku sering lupa tilpun dia tiap malem. Nda tau ya, aku ko gampang ngantuk pas puasa (hehe…alesan ya? Iya aku ngerti) jadi setelah taraweh, aku langsung tepar di kasur, lupa deh tilpun Tyas. Dan pagi ini karena kesibukan kantor (Halah!) Lupa deh tilpun dia, marah lagi deh..Hadew….
Kayaknya aku mo ngomongin buanyak deh kemaren. Tapi ko tiba-tiba jadi lupa gini ya? Mungkin aku kebanyakan pikiran nda jelas akhir-akhir ini. Ya udalah update kali ini. Wallahu a’lam bi shawab

Luv u All, like before, now, and ever...

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Ungkapan Syukur tuk Negeri Tercinta


Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin.... Shollu ‘ala Nabi.. Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah tuk Rosulku, Muhamad sang Roh Zaman. 

MERDEKA!!!!! Selamat Hari Ulang Tahun buat bangsa Indonesia yang ke-65, semoga impian menjadi negeri yang baldatun toyyibatun wa robbun ghofur segera tercapai. Ya Allah bimbinglah kami semua dalam meraih impian tersebut... Ya Allah iringilah langkah dan setiap hela nafas para pemimpin negeri ini agar mampu menjalankan amanahnya dengan semakin baik dalam rangka mengelola zamrud khatulistiwa tercinta. Ya Allah bantulah para pemimpin negeri yang belum memahami amanahnya dengan baik. Amiin
Well...sambil sahur tadi, aku ngobrol banyak ma Widi, temen kos. Ngomongin soal negara (Mantab ya? Kaya orang gedean aja...) Mulai ngomongin para wakil rakyat di DPR, artis yang nyalon jadi calon eksekutif di berbagai daerah, ampe ngomongin aziz gagap n nunung di OVJ (Fine, aku bisa ngerti kalo temen-temen langsung tereak GA NYAMBUNG!) tapi ya gitu itu, obrolan pas sahur dua orang karyawan yang pingin kaya hehehe...
Setelah ngobrol aku jadi mikir, seperti biasa pake dengkul kalo aku yang jadi “pihak” yang diomongin gimana ya? Marah? Sebel? Ato malah hepi? Tadinya aku juga nda ngerti kenapa tiba-tiba aja kami ngomongin soal urusan orang gede kaya gini, mungkin aura perayaan HUT Proklamasi Indonesia lagi merasuki otak dengkul kami. Actually, aku hanya ingin mencoba berempati atas apa yang terjadi di negeri ini pada umumnya, dan pada para pemimpinnya pada khusunya. Aku bisa mengerti kalo mengurusi Indonesia adalah suatu pekerjaan yang berat, ditambah berbagai berita dan sorotan yang terkadang mbencekno berlebihan, tugas itu bisa saja semakin berat. Tapi di sisi lain aku juga mengerti perasaan rakyat kecil di seluruh persada, wong aku juga rakyat kecil kan? 
Logika goblognya gini deh, kami percaya bahwa masih ada pejabat dan birokrat yang mungkin benar-benar ikhlas melayani negeri dan rakyat, tapi sayangnya berita yang muncul di TV lebih banyak berita miring tentang anda semua. Biarpun kami tetap berkhusnudzon, toh tidak menutup kenyataan bahwa berita negatif tersebut benar adanya, nda sedikit lagi jumlahnya, dan pada akibatnya muncullah stereotip bahwa para pemimpin tidak becus dalam mengurus negeri ini. Kalo udah gitu masak anda nyalahin kami sebagai rakyat? Kan bukan salah gw? Salah temen-temen gw? (eniwei, kayanya dialog ini familiar deh..) Terus, harus nyalahin sapa? Media? Umm..kayanya itu juga nggak bijaksana deh, gimana pun juga media adalah salah satu kontrol sosial bagi siapa pun, bagi pemimpin, bagi yang dipimpin, serta bagi media itu sendiri. Kalo medianya yang dinilai salah, ya harus berbesar hati untuk memperbaiki diri, bukan hanya minta maaf tok. Apalagi kalo kalo pemimpin yang terus -terusan salah.

Nah, jadi kesimpulannya ungkapan syukur tuk negeri tercinta adalah momentum dimana kita berterima kasih pada-Nya atas baik buruk yang kita dapat selama 65 tahun merdeka. Semua yang baik dan buruk yang telah terjadi pada kita wajib disyukuri, karena pada hakekatnya Allah selalu ingin yang terbaik bagi kita, hamba-Nya yang paling sempurna, dan Allah nda pernah berkonspirasi dengan malaikat dan seluruh penghuni alam semesta untuk membuat kita jadi lebih buruk. Yang barusan itu kalimatnya Pak Mario. Wallahu a’lam bi shawab
Luv u All, like before, now, and ever...

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Untuk Bidadari Penenang Jiwaku


Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin.... Shollu ‘ala Nabi.. Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah tuk Rosulku, Muhamad sang Roh Zaman. 

Well, tiba-tiba aku jadi pingin nulis, gara-gara blogwalking trus nemu blog bagus punya anak ex Hukum Undip namanya Akbar (Sori ya, bukan mentang-mentang ada “Undip” trus aku bilang bagus, tapi emang bagus ko, at least blognya bikin aku trenyuh). Biasanya blog seseorang ditulis untuk buang sampah di otak n di hati, buat bikin artikel, sampe buat cari duit lewat internet. Tapi di blog Akbar laen, dia malah nulis surat cinta buat pacarnya (walopun jujur aku juga nda tahu apa itu bener-bener pacarnya to bukan) But His blog is great!
Aku jadi inget ma Tyas, Ndut-ku satu itu jarang aku masukin ke blog (gedhe soalnya, jadi takut ga muat hehehe…) selain itu aku juga nda pernah terlihat mesra menceritakan tentang dia di blog ini, bukannya cerita yang baik-baik, sometimes malah aku siksa dia secara verbal, seperti kalimat awal paragraf ini contohnya, abis kanyataan sih
Tapi gimana pun juga aku tetep sayang ma kamu kok dek… Beneran!!!
Jujur aku langsung kangen ma dia, aku juga kangen hari-hari kami yang dulu. Mulai dari awal kenal, terus kepaksa PDKT, hingga merebut hatinya dari umm…gimana ngomongnya ya..? umm..dari cowok lain-lah pokoknya..
Aku kangen saat ngobrol dari hati ke hati yang dulu sering kami lakukan waktu masih sama-sama jadi mahasiswa di Semarang, ngobrol soal kampus, teman, dan keseharian kita sambil maem di pinggir jalan ato kafe-kafe murah di sekitar kampus. Hmm…sampe setahun lalu kita masih sering buka puasa bareng di Semarang. Aku jadi ngerasa kangen ama semua itu.
Aneh sih, lha wong tiap akhir pekan kita masih sering ketemu, masih jalan bareng, tapi ko aku merasa suasananya begitu berbeda dibanding dulu ya? Nda fair juga kalo nyalahin kerjaan si, lha wong kerjaan itu sudah menjadi kebutuhan kita, apalagi di usia kita sekarang yang udah mulai ngitung tanggal untuk kawin nikah. Tapi sejujurnya pekerjaan adalah kekasih gelap kita satu sama lain. Apalagi waktu Tyas masih jadi Marketing di sebuah tiiiiit –sensor– Wuih..sensi banget dia tiap hari. Hasilnya ya itu tadi, meski kita dekat dan bisa ketemu tiap minggu, kita tuh juga ampe lupa ngitung berapa kali ribut. Padahal waktu di Semarang, kita tuh akur banget, cuman sekali dua kali ribut (Wajar kan? Katanya men from mars n women from venus hehe.. *ngeles critanya)
Sekarang, dan setelah apes baca blog Akbar tadi, aku jadi nyadar (sebelumnya khilaf hehe..) kalo mungkin sejak kami sama-sama kerja, kami sama-sama mengalami tekanan psikologis akut akibat penyesuaian diri terhadap pekerjaan. Oke, mungkin bahasanya nggak serumit itu si, intinya kami butuh penyesuaian lagi, khususnya dalam hubungan yang lebih dewasa, yang lebih mau mendengar satu sama lain, bukan sekedar rebutan pingin didengerin masalahnya. Yah… moga-moga kami bisa semakin lebih bisa saling ngertiin, sama-sama lebih sabar dan dewasa, sama-sama lancer dan banyak rizki-Nya, udah pingin cepet nikah nih… da kebelet
Wallahu a’lam bi shawab

Luv u All, like before, now, and ever...

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Terima Kasih atas Awal Ramadhan yang Indah


Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin.... Muchas Gracias Gusti... Shollu ‘ala Nabi.. Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah tuk Rosulku, Muhammad sang Roh Zaman. Pagi ini aku merasa kesambet dekaaaat banget ma Allah.. Padahal sebenarnya ada beberapa hal yang terjadi selama awal puasa, sejak posting sebelumnya masih dalam proses pengetikan. Aku akan cerita satu per satu di sini.
Cerita dimulai saat beberapa hari sebelum puasa aku mencanagkan program Ramadhan sukses. Berkaca dari tahun sebelumnya saat KCB belum jadi sinetron aku merasa kurang sukses di beberapa Ramadhan, antara lain ternyata karena aku over pede, bakal bisa jadi lebih baik dengan kemampuanku sendiri. Hasilnya, ya karena ke-pede-an tentu saja hasilnya nda optimal. Dan di tahun ini, aku nda ingin mengulangi kesalahan yang sama, sesaat setelah Ramadhan Sukses di-launching, aku meminta dukungan penuh dari tim sukses-ku Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan Alhamdulillah...berkat bantuan ga yang ga pernah habis dari-Nya, program Ramadhan sukses sejauh ini menunjukkan hasil yang positif.
Jujur aku jadi ngerasa bahwa apa yang dibilang Pak Mario (Frankly, this super person has influence my life, jadi jangan heran kalo di postinganku sering menyebut nama beliau) tentang “minta kepada Yang Maha Memberi terlebih dahulu” itu sesuatu yang benar dan memang harus dilakukan terlebih dahulu. Oke, aku ngerti mungkin ini agak membingungkan, aku akan jelaskan. Dulu dalam Mario Teguh Golden Ways, Pak Mario pernah bertanya, bila kita ingin rizki kita bertambah banyak, apa yang akan kita lakukan? Waktu itu, mungkin seperti kebanyakan orang lainnya, aku langsung menjawab bahwa aku akan berusaha lebih keras menjemput rizki, lalu....berdoa pada Allah. Pak Mario –seperti biasa– just said “Super!” lalu bertanya lagi, atau lebih tepatnya menawarkan, gimana kalo proses tersebut dibalik dulu, kita meminta terlebih dahulu pada Sang Maha Memberi, mohon restu-Nya agar diberi kemudahan dalam memperoleh rizki yang lebih banyak baru kemudian berusaha lebih keras untuk menjemput kran-kran rizki-Nya di berbagai tempat. Super kan? Pak Mario juga menambahkan agar kita tak lupa untuk terus dan tetap bersyukur atas pencapaian-pencapaian yang kita dapat. Karena syukur adalah wujud terima kasih kita pada Allah, yang menjadikan Allah tak segan-segan untuk menurunkan rizki-Nya yang lain untuk kita, dan syukur adalah bentuk penghargaan pada diri sendiri atas usaha keras yang telah kita lakukan sebelumnya. Umm...dengan rendah hati, yang kalimat terakhir itu kalimatku sendiri yang aku dapatkan setelah empat setengah tahun kuliah di Psikologi Undip.. 
So, setelah berucap dan mempersembahkan keberhasilanku pada-Nya, follow up atas kesuksesan program Ramadhan sukses di awal bulan ini adalah:


Eniwei, aku juga pastinya pingin berbagi kenapa aku sampe narsis bela-belain bikin report tentang program Ramadhan Sukses walau sekarang ini baru tiga hari Ramadhan. Sejujurnya selama awal Ramadhan ini aku merasa godaan dan ujian dunia yang aku alami sedikit lebih berat dari biasanya, meski  teman-teman setan udah dibelenggu di neraka. Ujian itu, lagi-lagi ada di kantor (terus terang aku nda enak ngomongnya, tapi aku juga nda boleh memendam terlalu lama). Pada posting ini aku sempet cerita tentang kegalauanku di kantor yang lama nda pegang kelas, pas aku ceritain langsung ke big boss, aku seolah mendapat semangat baru karena aku merasa si boss ngerti dan bisa menerima kegelisahanku itu. Sialnya Hanya saja yang terjadi pada tanggal 1 Ramadhan kemarin di kantor agak di luar dugaan kita semua. Saat ada semacam evaluasi dan maybe such a shock therapy from the boss. Akibatnya suasana dan mood di kantor keesokan harinya -kemarin maksusdnya- jadi agak nggak enak (honestly, ini adalah hasil observasi dan pengamatan di berbagai ruangan di kantor). Terus terang, aku pribadi juga merasakan hal yang sama, sempet ketika pagi ngerasa aneh, tapi Alhamdulillah sekali lagi Allah menunjukkan kuasa-Nya sehingga aku bisa memilih untuk tidak larut dalam perasaan itu, makanya ampe posting kali ini dibuat aku nggak ingin berhenti bersyukur pada-Nya. Yah..moga-moga hari ini segalanya akan lebih baik. Amiin…

Terus…apalagi ya? Oia, kesuksesan awal Ramadhan kali ini ditandai dengan aku merasa ringan dalam beribadah, nda seperti biasanya yang merasa berat dalam beribadah, khususnya ibadah-ibadah sunnah. Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin.. Semoga perasaan ini bisa bertahan hingga seterusnya… Amiin… Wallahu a’lam bi shawab

Luv u All, like before, now, and ever...

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Allah.. Aku Ingin Ramadhan-ku Sukses


Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Bakda tahmid dan shalawat atas Rosulullah SAW….

Pagi ini posting kali ini ditulis bakda sahur pertama di Ramadhan 1431 H sambil nungguin adzan Subuh. Subhanallah.. ampe sekarang pun aku sering bertanya dalam hati, sekarang aku penduduk Jakarta ya? Jadi tahun ini adalah tahun pertamaku puasa di Ibukota? Well... too many things changes, sampe setahun lalu aku masih shalat Tarawih di Mushola Al Kautsar di depan kos Pak Munawir di Semarang. Sekarang, aku sahur di kos baru di jantung kota Jakarta, oya, satu lagi, semalem aku apes tarawih 20 rakaat untuk pertama kali dalam hidupku. 
Beberapa hal yang ingin aku bagi kali ini adalah sedikit soal kerjaan, kemudian soal aku dan Tyas, tentang Ramadhan di Indonesia serta tentu saja, mengenai proposal Ramadhan-ku yang pingin segera dikabulkan oleh Allah. Tapi berhubung da Adzan subuh, shalat dulu yuk...

Oke, kira-kira apa yang mo aku tulis ya? Mungkin karena bertepatan dengan Ramadhan, aku ingin mengajukan proposal dulu ma Allah, proposal tentang Ramadhan-ku tentu saja. Jujur nih, selama beberapa tahun ke belakang aku merasa Ramadhan yang aku jalani kurang sukses. Hingga terkesan nda ada peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari ibadah hingga amalan lainnya. Sampai aku merasa kalo aku hanya menjalani puasa sebagai ritual tahunan aja. Padahal Allah menjanjikan kita bisa menjadi orang yang bertaqwa dengan kita puasa di bulan Ramadhan –disamping pengampunan dosa layaknya bayi yang baru lahir– namun kalo mo jujur, beberapa kali puasa ko sialannya “derajat” itu belum ada baunya dikit pun pada pribadiku. 
Makanya itu tahun ini aku mencanangkan “Ramadhan Sukses”. Indikatornya adalah aku jadi pribadi yang jauh lebih baik, lebih banyak ibadah, lebih tenang karena selalu dekat dengan Allah. Karena itu, mengutip Pak Mario Teguh, yang menyatakan bahwa Usaha = Upaya dan Doa, maka setelah aku mencangkan program Ramadhan Sukses sebagai Upaya-ku aku juga berdoa pada Allah agar proposalku ini diterima dan disetujui. Allah...inilah proposal Ramadhan-ku tahun ini, Ramadhan Sukses, Bimbinglah hamba di setiap langkah, tuntunlah hamba di setiap detik dan nafas yang ku hela. Dan jadikan Ramadhan tahun ini benar-benar Ramadhan yang Sukses bagiku, Ramadhan yang mampu menjadi pribadi yang putih bersih layaknya baru lahir, Ramadhan yang meningkatkan derajad taqwa di mata-Mu. Amiin
Selanjutnya soal aku dan Tyas. Sejak beberapa hari lalu Tyas cerita mo resign dari pekerjaannya sekarang n berniat buka usaha sendiri yaitu bimbel bareng ma Ayu n tentu saja ma aku juga. Entah ada apa sama Tyas hingga dia nda pede untuk cari kerja di tempat lain. Padahal IPK-nya yang cumlaude memungkinkan ia buat memilih sendiri tempat ia kerja. Yah...moga-moga aja ini pilihan tepat, aku si ngedukung penuh apa yang dipilih asal dia tetep konsisten, lagian sebenarnya dari dulu aku juga pingin punya usaha sendiri

Terus soal kerjaan, setelah sempat agak stress gara-gara udah lama banget aku nda ngapa-ngapain di kantor, plus pencapaian targetku yang agak gimana gitu, Alhamdulillah Allah membantu menenangkanku. Setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan big boss, setidaknya semangatku tumbuh kembali. Yah...emang aku nda boleh terlalu banyak diam. Sayang otakku nda kepake hehehe... Well... I think it’s enough today.. Sekali lagi met puasa ya....

Wallahu a’lam bi shawab

Luv u All, like before, now, and ever...

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Suatu Siang di Kantor, setelah Jumatan Berakhir

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Posting kali ini diilhami blog temen SMA, Titis. Lucu sih, tentang kecenderungan our personality disorder. Iseng-iseng aku coba and here the result Indonesia memilih :

DisorderRating
Paranoid:Moderate
Schizoid:Moderate
Schizotypal:Low
Antisocial:High
Borderline:Low
Histrionic:High
Narcissistic:High
Avoidant:Low
Dependent:Low
Obsessive-Compulsive:High

-- Personality Disorder Test --
-- Personality Disorder Information --


Oh My God! ternyata aku, menurut tes yang 100% akurat itu, aku orang yang antisosial, obsesif kompulsif, narsis, dan histeria. sekedar pembelaan info, kalo narsis n histeria, kayanya semua orang psikologi gitu deh..
Wallahu a’lam bi shawab

Luv u All, like before, now, and ever...

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Sepasang Kaki yang Mulai Berat Bergerak

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Bakda tahmid dan shalawat atas Rosulullah SAW….

Siang ini aku ngetik blog dengan kondisi kepala pusing tanpa tahu kenapa sebabnya, diagnosisnya sih (diagnosis diri sendiri maksudnya) aku ngerasa lagi psikosomatis (kayanya si gitu) tapi maaf soal kenapa aku ngerasa seperti itu ndak bisa aku ceritakan sekarang. Ada banyak hal dan hil yang harus dipikirkan plus dipertimbangkan sebelum ceritakan semua itu. Hingga kini aku hanya bisa menghela nafas panjang, komat-kamit baca mantra istighfar, denger lagu-lagu mellow yang nda jelas, sambil blogwalking ampe klenger siang ini.
Dari pagi sebenernya udah coba minum teh buat nenangin diri, tapi mungkin tehnya kurang manteb dan harus dicampur pil anti depresan. Beberapa agenda pagi ini dipending gara-gara pusing yang nyelonong tanpa permisi. Ada sih emang yang lagi dipikirin, tapi bingung juga mesti ngapain. Karena dipikirin doang nda akan merubah sesuatu, yang ada dada malah sesek, tapi ya itu tadi, aku bingung banget, nda tau harus ngapain.
Mencoba bersyukur (aka komat-kamit hamdalah) dari tadi hingga ngocehin kata-kata positif juga ternyata belum bisa membantu, makanya akhirnya blog inilah yang jadi sasaran katarsis emosi. Walopun ampe sekarang masih bingung kenapa aku bisa segininya pagi ini. Hampir semua distraction udah aku lakuin, mulai dari ngeteh tadi, blogwalking, ngegame, denger musik, ampe yang religious seperti ucapin hamdalah dan istighfar belum bisa memberikan pengaruh. Duh Gusti… 
 Jadi kepikiran pingin izin lebih awal… tapi aku ndak mo terus-terusan makan gaji buta di kantor. Ada beberapa kondisi yang sebenarnya ingin aku ubah dalam hidupku, tapi kok malah jadi banyak yang berantakan sekarang? Mungkin ini saat yang tepat untuk memohon bantuan lebih dari yang biasanya pada Allah. Tapi minta apa? Minta kesuksesan? Kayanya semua orang juga minta itu. Minta semua masalah beres? Lha masalahnya aja aku belum nemu intinya, jadi ngerasa doa-doaku kurang spesifik. Emang sih Allah Maha Mengerti, Maha Mengetahui Segala, tapi Beliau juga ndak akan merubah nasib individu kalo individu itu ndak mo ngerubahnya sendiri. Lha sekarang gimana aku mo ngerubah nasibku saat ini kalo jujur aku masih blur mengenai “ada apa dengan rakhmad?” (kayanya familiar ma kalimat barusan…) Huff.. break dulu ah..ntar nulis lagi.
Yup! I’m ready… kayanya lagi butuh suplemen jiwa nih. Padahal da nonton Ketika Cinta Bertasbih (KCB) tiap hari (yah!!! Ketauan deh tontonannya sinetron..) buat aku sih bukan sinetronnya yang penting. Tapi isinya, terus terang aku cukup penasaran dengan gimana jadinya sinetron KCB, maklum, awalnya KCB menurutku adalah sebuah film yang sukses mempertahankan sikap dan contoh-contoh yang Islami. Dan kemudian film tersebut diadaptasikan dalam bentuk sinetron yang tayang tiap hari. Apakah akan membosankan dan mbulet seperti sinetron-sinetron lainnya ato ada gebrakan lain? (tunggu…ko jadi ngomongin sinetron ya?) ya wislah udah terlanjur ini. Sampai sekitar seminggu ini ceritanya jadi agak membosankan mirip sinetron lainnya, but nilai plus-nya adalah adanya nilai dakwah dalam sinetron itu, dakwah yang bukan hanya lewat kata-kata n dialog para pemerannya, tapi juga lewat sikap dan tingkah laku. Contohnya, meski di sinetron Azam dan Ana itu pasangan suami istri, ndak pernah tuh ada adegan mesra mereka nongol di satu scene pun, boro-boro adegan mesra, pegangan tangan aja lo nda pernah! Mantab kan? Sebenarnya hal-hal Islami seperti itu lo yang pingin aku lihat dari sinetron KCB. Juga bagaimana cara mereka menghadapi masalah, biarpun kadang masalahnya terkesan dibuat-buat, maklum sinetron. Yah, mungkin karena sekarang aku lagi merasa bermasalah
 Wallahu a’lam bi shawab

Luv u All, like before, now, and ever...

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
 

Diberdayakan oleh Blogger.