Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Alhamdulillahirabbil ‘alamiin.. Matur nuwun Gusti... Terima Kasih Ya Allah.. atas semua nikmat yang Engkau berikan pada Hamba-Mu ini Muchas gracias (^^)..Shalawat dan salam juga semoga selalu tercurah pada Rosulullah, sang cahaya dan roh zaman bagi umatnya.
Well, seperti opening yang biasa dilakukan para blogger tiap posting blog,
“maaf uda lama ngga posting... (^^)”. Kayanya sekarang ini aku emang baru bisa posting blog seminggu sekali. Padahal pinginnya sih tiap
kesambet setan ada inspirasi ato insight tentang berbagai hal aku tulis di blog. Sayangnya, waktu dan rasa males –untuk yang kesekian kali– telah mengalahkan motivasiku yang luhur untuk nulis. Padahal hampir tiap hari di sela-sela waktu kerja di kantor aku
nyuri-nyuri blogwalking (blogwalking = liat-liat ato baca blog-blog orang laen, sejujurnya aku juga baru tahu ada istilah kaya gitu hehe), oke, nggak sepenuhnya blogwalking si, cuma ngubek-ubek blog lucu n kreatif seorang mahasiswa berumur 20 tahunan bernama
Benazio, yah...blognya keren n dari situ aku belajar untuk meningkatkan skill blogging-ku
(ada ga sih blogging skill?)
Eniwei... hari ni aku mo cerita tentang kerjaan kemaren (8/7), setelah berhari-hari berada di depan meja tiap ngantor, akhirnya aku bisa keluar kantor untuk survey, ceritanya demi meng-gol-kan proyek out bound sebuah kementerian, aku n beberarapa teman kantor, sebut saja A, B, C, (iya aku tau, aku ga kreatip, puas? :D) Ceritanya kita survey beberapa hotel di kawasan Puncak dan sekitarnya. Lumayan...jalan-jalan gratis hehehe... sayangnya kita nggak sempet narsis dan ngeksis di depan kamera karena satu dan lain hal (ato mungkin pada jaim ya?) yah begini ini nasib kalo kerja ma yang udah berumur berumah tangga huehehehehehe.....
Oya, di postingan kali ini aku mo coba sesuatu yang baru, ilmu baru sih tepatnya. Cekidot…
Jreng…jreng…. Oke, aku tau yang barusan liat pasti mungkin kecewa –ato malah keselek n muntah?– dengan munculnya foto sok cool-
kas di atas. Demi kemaslahatan umat, aku kasih tau kalo aku nyoba bikin spoiler di blog. Alhamdulillah berhasil (^^) Yah..
this is it, ini ilmu baru dari mas
Benazio a.k.a
Bena. Thanks ya bro infonya.
Then, masih cerita soal puncak, pas makan siang –ato lebih tepatnya makan sore– kita mampir di sebuah warung sate, hmm..sound great huh? hehe... terus salah seorang teman menunjuk pada sosok yang sering kita liat di TV, ouw..rupanya ada yang sedang mujur apes ketemu ma mas Rakhmad hehe.. setelah kasak-kusuk ga jelas ma temen-temen, diambil kesimpulan kalo “yang ditunjuk”adalah salah satu ketua umum partai besar di negeri ini, Umm...disebutin namanya ga ya...Masak aku bilang kalo aku tidak beruntung ketemu Anas Urbaningrum? Ga seru ntar, lebih baik ga usah ya...itung-itung biar pada penasaran (^^)
Oke, ini pengakuanku, sebenarnya aku ga tlalu peduli n merasa ga penting juga cerita kalo aku ketemu petinggi partai pemerintah tersebut kok aku malah nyebut mulu ya? Hanya saja aku mo berbagi hasil observasiku terhadap “subjek” istimewa tersebut. Maklum jebolan psikologi, jadi bahasanya agak psikologis hehe... sori belagu dikit.
Ternyata si-mas-ketua-umum-partai-besar –demi kemaslahatan umat juga, kita singkat SMKUPB– emang kaya yang di tipi-tipi, ganteeeng...loh? ups sori, lebih tepatnya gantengan aku. Yang tampak adalah dia emang irit ngomong, terlihat cool-kas, dan cenderung ga banyak tingkah. Bayangin aja pas pesanan makanan tiba, dia ga melakukan apa-apa –ga tau juga kalo ngelirik makanannya, kita liat dari belakang dia sih– semuanya diurusin asisten ato apalah itu namanya, mulai ambilin piring, sendok, n mungkin nasi juga kali ya..tapi yang terakhir itu aku ga liat si. Selain itu yang lucu adalah para asisten, bodyguard (?), supir, manager, ato apalah pokoknya semua yang satu meja ma dia, (kenapa emang?) Adalah tingkah polahnya yang lebih petakilan daripada SMKUPB, maksudnya, kalo si SMKUPB terlihat kalem, yang lain grasak-grusuk ga jelas. Mulai ada yang sok nerima tilpun mulu, ada yang ngeliatin kanan-kiri, ada juga yang nyerocos mulu ma SMKUPB, yah… makhluk manusia apa pun emang ada di dunia ini hehe..
Oke,
enough for my job n printilannya. Well.. seminggu ini hari-hariku terasa…aneh
(What?) Yuph! I dunno why but sometimes I feel the day pass fastly, but in other way, it run slowly (Huh?) bukan hanya itu, entahlah aku merasa suatu hari bias sangat padat acara plus agenda yang menyertai, tapi di sisi lain juga kosong dan hampa. Oke, aku bias ngerti kalo pada bingung, karena aku juga lagi bingung hehe.. tapi intinya dalam kebingungan itu aku tetap harus berbuat sesuatu, sesuatu yang membuat aku lebih maju, lebih semangat, n lebih baik daripada sekedar menjalani hidup dan membiarkan waktu berlalu begitu saja… Tapi terus terang, aku ngerasa aneh aja.. sejak lama aku uda punya tujuan hidup, visi, misi, mimpi, rencana, udah ada di benak dan otakku, bahkan beberapa uda tercatat rapi di
file dalam
hard disk. Hanya saja…entahlah…aku nggak jenuh ko, aku bahkan merasa menikmati hidupku, hari-hariku, pekerjaanku, aktivitasku, semua aku jalanin dengan nikmat dan penuh kesyukuran –Insya Allah– tapi ko aku masih merasa gelisah ya? Aku jadi ingat posting pak
Mario –Teguh– yang bilang mengenai kegelisahan kita saat muda,
then, after I looking for that post in my disk, I present to all of u, my beloved friends..
Sahabat saya yang baik hatinya,
Kehidupan sering berlaku dengan cara yang sulit kita mengerti maksudnya.
Tetapi, jika hati kita ikhlas,
kita akan segera melihatnya sebagai cara Tuhan untuk menuntun kita menuju jalan yang lurus,
jalan yang diberkati dengan nikmatnya kedamaian, nikmatnya kesejahteraan, dan nikmatnya kewenangan untuk memimpin kehidupan yang bernilai.
Karena ini semua adalah atas kehendak Tuhan, marilah kita belajar untuk lebih patuh.
Tuhan meniupkan mimpi-mimpi yang besar dan keinginan-keinginan yang mulia di hati kita, agar kita gelisah dan gusar dengan belum sesuai-nya kemampuan kita untuk mencapai impian dan keinginan yang besar dan yang tinggi itu.
Dan dalam kegelisahan dan kegusaran itulah Anda akan menjadi pribadi yang lebih bersungguh-sungguh membangun kemampuan yang memantaskan diri bagi impian dan keinginan Anda.
Adik-adik dan anak-anakku terkasih,
Apakah itu yang sedang kalian rasakan?
Saya bisa tersenyum membayangkan kalian mengangguk dalam hati, dan bahkan saya tersenyum dengan keharuan yang dalam - membayangkan hati kalian berada dalam penggorengan seperti itu. Maaf ya? Tetapi itu berarti baik …
Itulah kehidupan. Anda yang sekarang hatinya sedang gundah dan geram, sedih dan gelisah – adalah jiwa yang dikasihi Tuhan, yang sedang berada dalam proses pendewasaan dan penghebatan.
Bersabarlah.
Anda tidak akan disedihkan, tanpa disiapkan kebahagiaan.
Anda tidak akan digalaukan, tanpa dibangunkan kedamaian.
Dan Anda tidak mungkin direndahkan, tanpa disusunkan derajat yang tinggi.
Jika saat membaca ini,
hati Anda melunak dan kelopak mata Anda bergetar lembut –
itu berarti bukan saya lagi yang menganjurkan Anda untuk bersabar.
Itu berarti tangan Tuhan telah bersandar lembut dan anggun di pundak Anda,
dan menepuk dengan penuh kasih – agar hati Anda menemukan keindahan aslinya,
untuk mensyukuri cara-cara Tuhan yang tiada lain hanya akan memuliakan Anda.
Subhanallah.. buat pak Mario, terima kasih doa tulusnya kepada kami, generasi muda Indonesia yang super biadab ini, semoga Allah mengabulkan segera hehehe… And after hear that…semangatku tumbuh kembali, palagi denger kabar hari ini tentang rencana out bound yang awalnya “hanya” 150 orang peserta terus meroket jadi 200 orang peserta. Hmm…rasanya semakin fly n ga sabar menanti hari “itu”. Ya Allah mudahkanlah dan lancarkanlah proyek ini, tapi doa sebelumnya adalah… Ya Allah jadikan proyek out bound ini jadi milik kami, Sciencom, dan bukan milik yang lain. Amiin…
Hmm…ini proyek pertamaku di kantor, langsung 200 orang peserta, dari pegawai biasa ampe –kemungkinan– pak Menteri. Rasanya semakin gelisah n eustress aja nih badan. Jadi inget temen-temen di Semarang, temen-temen RBS, DOBT, n MMK. Honestly I wish I could handle this project with all of you, or at least one of you my bro n my sist… but.. however… this is life…
Wallahu a’lam bi shawab
Luv u All, like before, now, and ever...
Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh