Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
First write in November. Hope this is not boring and too heavy in this beautiful morning. Yups, this morning so beautiful coz today is FRIDAAAAAAAYYYY!!! Final day of work for this week!! Alhamdulillah yeah... very most something *syahrini english version
Well, today I wanna share my experience in this week. I got national meeting in my last weekend (that grab my holiday), I got fake award in this midweek, and..I've planned to take a rest for this weekend. FYI, all my weekend last month was robbed by my job. What a life..

Udahan ah ngomong enggres-nya jadi merasa kurang bebas berekspresi (secara stok vocab masih limited edition hehe..) well, entah kebetulan ato nggak, tiba-tiba aja Mba bos meminta hadir di annual national meeting buat menentukan program kerja tahun depan, kenapa aku bilang kebetulan? yah karena tak lain tak bukan, bersamaan dengan aku diundang untuk hadir di sana, aku sedang mempertimbangkan untuk cabut dari ostrali ini, pinginnya sih ke tempat lokal. Tapi undangan dari babe gedhe (baca: head department) via mba bos ini membuat langkahku sejenak terhenti, aku berpikir, dengan aku ikut annual meeting aku jadi bisa tahu kira-kira gimana gambaran kerjaanku tahun depan, plus nyiapin waktu kapan aku harus cabut dari ostrali... this called lucky (or unlucky coz in annual meeting I have to work?)

Ada banyak hal yang aku dapat di annual meeting, mulai dari banyaknya kerjaan yang jadi tanggung jawabku (hufft), mulai dari beberapa kabar gembira berkaitan kerjaan, ampe (ehem) kualitas para boss di kantor, maklum yang diundang ke sini adalah supervisor ke atas. Dan itulah yang terpenting, karena dari situ aku bisa mengamati siapa yang bakal bisa aku gulingkan. Mhuahahahahahaha
Becanda...aku ngga sebiadab itu ko cuma gila aja dikit, yah..intinya di annual meeting aku jadi belajar dan tahu banyak hal, meski ada satu hal yang bikin aku agak sebel ampe sekarang, makanya daripada dipendem mending aku share di sini. Kisah ini nonfiktif belaka, jadi kalo ada kesamaan peristiwa dan cerita, lha memang itu disengaja, cuman karena aku menjunjung tinggi kode etik psikologi, yah semua nama dan identitas yang terlibat di dalamnya dengan terpaksa disamarkan

Sebut saja si P, nah si P adalah seorang bos dari salah satu divisi yang ada di kantor. Nah si P ini pas annual meeting kemarin mengajukan beberapa program kerja yang akan dikerjakan di divisinya tahun depan, yang ternyata jauh lebih banyak daripada divisi lain, buat kita it's ok, toh divisi dia emang banyak kerjaannya, cuman yang mungkin kurang berkenan buat aku adalah dari mana asal program kerja yang dia ajukan. Alih-alih meminta masukan dari anak buahnya, dia malah minta masukan dari bos-bos divisi lain, mending kalo usulannya udah mateng, lah ini masih setengah jadi udah nekat diuplod, sementara ide-ide dari anak buahnya yang udah mateng dibuang gitu aja. Mari sama-sama berdoa supaya si P diampuni dosanya dan dimaafkan oleh anak buahnya..

Well, mungkin aku belum pernah ada di posisi bos divisi seperti P. Tapi bukan berarti aku nggak tahu tentang leadership, kepemimpinan, beserta seluruh aspek yang ada di dalamnya. Buat aku, ada faktor penting yang dilupakan P dalam cara dia memimpin. It's called empathy. Inilah buat aku yang membedakan seorang pemimpin disebut leader atau boss. Karena kalo dia seorang boss, dia hanya tipe pemimpin yang asal suruh, cuman menang gertakan (karena punya jabatan), and know nothing (bahkan willnot nothing). tapi seorang leader, ia akan merangkul seluruh anak buahnya, berjalan beriringan untuk mencapai tujuan bersama, dan mau mendengarkan setiap keluhan anak buahnya. Karena dengan mendengar kita akan tahu apa yang tak tampak oleh mata, sehingga akhirnya kita bisa mengerti alasan dari perilaku yang dikerjakan orang lain.
Sebenernya, aku masih pingin banyak ngoceh pagi ini, tapi berhubung jam udah semakin siang dan aku masih harus ngantor, kita sambung kapan-kapan ya...
Luv u All, like before, now, and ever...
Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh