|
Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Well, curhatan kali ini diilhami oleh pengalaman pribadi yang selama ini aku alamin. Dulu waktu aku masih kerja di sebuah training center di kawasan kuningan, kerjaan relatif sedikit. Bahkan bisa dibilang kerjaan itu kita sendiri yang nentuin, apalagi saat nggak ada kelas yang lagi apes untuk diajar atau difasilitasi. Biasanya sih aku memilih untuk bikin materi atau sekedar meeting ma klien ataupun calon klien. Jujur, waktu itu aku sempet ngerasa bosen juga, padahal aku bisa dapat banyak materi training yang bagus saat nggak ada kelas ato janjian ma orang lain. Parahnya kondisi di atas baru aku sadari setelah resign dari sana dan terjun kerja di ostrali sekarang ini. Sangat manusia..
Di ostrali ini jabatanku emang trainer, cuman akhir-akhir ini entah kenapa jadi lebih sering ngurusi urusan administrasi trainingnya doang. Jadi ngerasa gimanaaa gitu. Dek pacal aka tante sih ingetin supaya tetep semangat.. memang jenjang kariernya seperti itu sebelum banyak ngajar. She told me. But I think… I lost my mind, my creativity coz of my routine jobs. Makanya aku bilang rutinitasmu harimaumu.
Bukannya kurang bersyukur atau apa, hanya saja saat ini, ngurusin administrasi itu lelahnya melebihi training tiga hari. Oke agak berlebihan sih, tapi hampir mirip. Ditambah lagi aku tergolong orang yang sok kurang telaten dan teliti, so makin ngerasa dodol-lah aku ngerjain tugas admin. Sekali lagi bukan nggak mau, menurutku waktu yang aku punya akan jauh lebih efektif bila mengerjakan pekerjaan seperti bikin materi training, persiapan ngajar, atau anything but admin. Karena pekerjaan tadi, Insya Allah sudah aku kuasai, sementara kalau ngurusin administrasi, masih agak dudul n perlu banyak belajar, it’s wasting time lah yaaa.
This experience teach me many things. Yang pertama untuk bersyukur atas apa yang aku dapat, sebosen-bosennya aku dengan kerjaan administrasi ini, toh this is my job. Di luar sana masih banyak orang yang masih harus bekerja keras untuk mencari kerja. And then, it teach me also to break out from daily routine. And follow my passion. Makanya itu aku pilih nulis blog di jam kerja ini, selain untuk menghindari stress juga untuk memanfaatkan kesempatan mumpung bos cuti kembali merasakan nikmatnya menulis.
Mungkin intinya kembali ke sebuah ungkapan klise, bahwa sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik. Somehow semua itu ada kadar dan tingkatannya masing-masing. Bila sudah tak merasa nyaman dengan sesuatu mungkin saja kita sudah merasa berlebihan akan sesuatu itu, dan itu yang membuat kita harus move on, cari sesuatu yang baru yang lebih sesuai dengan kenyamanan kita, tapi pastikan juga saat kita move on, sesuatu yang kita kerjakan sebelumnya sudah terselesaikan dengan baik. That’s all
Wallahualam bi shawab
Luv u All, like before, now, and ever...









