Manusia Memang Serigala..tapi Serigala yang Unyuu

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Bangun pagi itu emang sesuatuukk banget.. Alhamdulillah..bukannya ngantuk..malah makin kurus seger badan ini rasanya. Kayanya tidurku nyenyak banget semalam, ampe nda bangun padahal alarm on jam setengah 2 tadi. Gagal deh rencana nonton Milan. Untung menang, jadi nda terlalu kecewa. Eniwei, buat yang mo liat highlights pertandingan Milan tadi malem bisa dilihat ato donlot di sini yaa *Ceritanya pamer Milan menang 
Udah ah ngomongin Milan, ganti topik ajah.. Tadinya aku mo nulis postingan ini hari pas long wiken lalu. Jadi ceritanya Sabtu kemarin aku nonton The Dark Dark Night (lagi). Nda tau ya, kalo film-film superhero gitu aku nda pernah bosen. Mungkin karena aku cowok kali ya, jadi kalo nonton barbie misalnya.. mungkin malah cocok banget mengkhawatirkan huehehehe... Kali ini aku mo membahas ucapan Joker -sang musuh besar mas Batman- yang bilang gini, "...mereka (manusia) hanya sebaik dunia mengizinkan mereka untuk baik, saat malapetaka melanda, mereka akan saling makan..". Sounds great huh? Okeee..itu hanya fiktif belaka, cuma film karangan manusia, but do you ever know quote "Homo homini lupus"? yang pertama kali diucapkan Plautus dan kemudian diteruskan oleh Thomas Hobbes (taken from this source). Keduanya bilang manusia adalah serigala bagi yang lain? Yang akan memakan atau dimakan oleh sesamanya..
Ngeri ya? Oke, aku paham, mungkin sebaigan teman-teman udah tahu maknanya, bahkan mungkin juga uda bisa menjelaskan panjang lebar kuadrat apa maksud kalimat Opa Plautus dan Hobbes tersebut. Jadi aku hanya akan menjelaskan dengan cara singkat, dan tentu saja ala Rakhmad
Well... aku nda akan menyalahkan secara ekstrem keduanya, secara...kan orang psikologi.. jadi ngertilah hal beginian *dilempar piring ma yang baca*. Oke back to topic, kenapa aku bilang nda salah? ya liat aja, berapa banyak manusia yang saling menyakiti, saling bunuh, dan saling berperang selama sejarah tercatat? Yang menyedihkan, terkadang mereka melakukan itu hanya karena hal yang sangat sepele. Iya kan? Bukaaaan Biasanya sih kalau yang jadi acuan opini negatif seperti ini, orang akan menyebut kita sebagai manusia yang pesimis, penganut negativisme. Dan di setiap hal tentu saja ada kebalikannya, kalau ada negativisme, tentu aja ada positifisme, and as a trainer sesat I prefer to be the second.
Buktinya? simpel... Berapa banyak yg sayang kita? Apakah yang sayang dan sayang banget ama kita lebih banyak dibandingkan mereka yang benci ama kita? I'm sure... 1000% that there more people luv you than hate you, don't you? Jumlah sahabat, teman, relasi, rekanan, partner jauh lebih banyak dibandingkan musuh-musuh kita kan? Makanya aku selalu berpandangan bahwa semua manusia itu baik, karena selain homo homini lupus, juga ada homo homini socius, manusia adalah teman bagi yang lain. Itu!! *nunjuk ala Pak Mario Teguh
Eh tapi Mad? Kalo emang ada homo homini socius, terus kenapa masih orang jahat??? Well... aku pinjem istilah orang-orang Cina yaa.. Pernah dengar kan Yin dan Yang? Sesuatu itu konon diciptakan berpasang-pasangan, siang-malam, pria-wanita, positif-negatif, juga baik-buruk. Itu adalah keniscayaan hingga akhir dunia kelak. Hanya saja, bila berhubungan dengan baik-buruk. Pastikan kita berada di area yang baik, dan sebisa mungkin hindari di area buruk. Bahkaaann, kalo bisa kita bisa mempengaruhi dunia di sekeliling kita untuk menjadi lebih baik (Ngimpi ya???) Nope... mempengaruhi dunia kan bukan harus jadi presiden atau Osama bin Laden, nih kalau kata Kenshin Himura, yang terkenal dengan legenda Batosai dan Hitokiri-nya, meski hanya satu pedang tidak bisa merubah dunia tapi bisa membuat orang yang ku sayangi semakin baik, itu sudah lebih dari cukup. See? Sooo simpel
However...membuat dunia menjadi baik itu nda se-complicated yang kita bayangkan kok. Bahkan bila kita bisa membahagiakan orang yang kita sayangi, that's could say we make a better world. Dan yang lebih menakjubkan lagi, sumtimes kita bisa membahagiakan orang lain dengan sebuah kebaikan meski kita tidak menyadari apa yang kita lakukan. Aku curcol ambil contoh dari diri sendiri ya. beberapa waktu lalu aku terbangun di pagi hari, seperti biasa, dek pacal yang bangunin. Setelah shalat subuh, ternyata dek pacal telpon lagi, dan begitu aku angkat yang terdengar adalah suara isak tangis. Karena kaget, refleks aku tanya, "kenapa sayang?" *uhuk* bukannya reda malah makin terisak, makin panik lah aku, karena panik langsung tidur, tapi kemudian terdengar suara dek pacal merengek minta aku pulang ke Jogja, ternyata dia sedang kangen banget ma pacarnya yang gantengnya Subhanallah ini... *dilempar sepatu ma yang baca*
Yang luar biasa, entah kenapa aku ngerasa hepi. Bukan hepi karena dek pacal nangis lo yaa. Tapi di balik tangisannya, aku ngerasa kalo aku begitu berarti, begitu disayang ma dek pacal #Eeaaa.. #Unyumoment. Tuh kan? Ada kok buktinya bahwa kita bisa membuat orang lain bahagia tanpa kita sadari.. dan sekalian.. bukti bahwa meski mungkin manusia itu serigala bagi yang lain, tapi kita serigala yang unyuu kan?

"Ku tutup mataku... dari semua pandanganku..
 Bila melihat matamu... ku yakin ada cinta... ketulusan hati...
 yang mengalir lembut....." 
                                                                          "Takdir Cinta" by Rossa 
Wallahualam bi shawab

Luv u all, like before, now, and ever...

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh






Semua gambar onion head diambil dari sini, sini, sini, dan sini
0 Responses
Diberdayakan oleh Blogger.